Gambar tangkapan layar dari video tawuran kericuhan para ASN di gelaran Porkab Jombang dalam rangka HUT Kemerdekaan RI Ke-74. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Gambar tangkapan layar dari video tawuran kericuhan para ASN di gelaran Porkab Jombang dalam rangka HUT Kemerdekaan RI Ke-74. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Sebuah video kericuhan sejumlah orang di sebuah lapangan perkantoran beredar di kalangan masyarakat kota santri Jombang. 

Usut punya usut, video kericuhan terjadi di lingkungan kantor Pemkab Jombang.

Video berdurasi 29 detik itu menggambarkan situasi kericuhan di sebuah lapangan olahraga. 

Di video itu terekam banyak orang yang mengenakan kaos berwarna hijau muda, tampak seperti seragam olahraga.

Di awal video terlihat sejumlah orang tampak berlelahi di tengah-tengah kerumunan massa.

Sejumlah petugas yang mengenakan seragam Satpol PP tampak melerai keributan di dalam lapangan.

Belakangan video tersebut diketahui terjadi di lapangan kantor Pemkab Jombang, Jl KH Wahid Hasyim, Kecamatan/Kabupaten Jombang.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Kabupaten Jombang Sholahuddin membenarkan bahwa video yang beredar tersebut terjadi di lingkungan kantor Pemkab Jombang.

Dijelaskan Sholahuddin, kericuhan itu terjadi pada gelaran Pekan Olah Raga Kabupaten Jombang yang digelar di lapangan Pemkab Jombang dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke-74, pada Senin (12/8) kemarin.

Saat itu sedang digelar perlombaan olahraga bola voli antara RSUD Jombang melawan Dinas PUPR.

Namun, Sholahuddin tidak mengetahui detail masalah kericuhan yang terjadi di lapangan waktu itu.

"Itu acara 17-an (perayaan HUT Kemerdekaan RI), itu untuk meramaikan saja bukan untuk presentasi. Itu rangkaian Porkab," terangnya saat dihubungi wartawan, (14/8).

 

 

Masih menurut Sholahuddin, gelaran Porkab tersebut diikuti para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Jombang. 

Salah satunya perlombaan bola voli yang ricuh di dalam video yang beredar tersebut.

"Itu ASN, tapi pemainnya juga bon-bonan (nyewa pemain dari luar) dua orang dari Jombang sendiri," ujarnya.

Sementara, kericuhan yang terjadi di lapangan Pemkab itu dipicu oleh sejumlah orang yang memprovokasi jalannya pertandingan bola voli antara RSUD Jombang melawan Dinas PUPR Jombang.

Hal tersebut disampaikan oleh Kasatpol PP Kabupaten Jombang melalui Kabid Ketertiban Umum dan Sumberdaya Aparatur Satpol PP Jomban, Haris Aminudin menerangkan.

Diterangkan Haris, waktu kejadian kericuan itu dirinya juga berada di lokasi. 

Kericuhan berawal dari suporter PUPR yang melakukan provokasi ke para pemain RSUD Jombang.

Terpancing provokasi tersebut, lantas peserta dari RSUD Jombang melakukan pemukulan ke suporter PUPR yang melakukan provokasi tersebut sehingga keributan tak bisa dihindarkan.

"Penyebabnya ada beberapa suporter berusaha provokasi pemain. Pada akhirnya pelatih atau siapa itu tidak terima, terus mukul suporter. Itu suporter dari PUPR," beber Haris.

Kericuhan di lapangan tersebut terjadi beberapa menit saja. 

Melihat kericuhan itu, sambung Haris, pihak Satpol PP segera melerai kedua pihak. 

"Ya waktu itu berusaha mengamankan dan menenangkan suporter. Ini kan hanya sebatas salah paham saja," kata Haris.

Sementara, kericuhan yang dilakukan dua instansi pemerintah itu tidak dilakukan penindakan lebih lanjut. 

Alasan Satpol PP karena kericuan terjadi karena salah paham dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

"Satpol PP sudah berusaha tidak memperpanjang masalah ya, karena ini salah paham saja. Masalah selesai di situ, semua sudah saling menerima," pungkasnya.(*)