Ilustrasi guru (Ist)
Ilustrasi guru (Ist)

Nama-nama calon kabinet jilid II Jokowi telah ada di kantong saku sang Presiden. 

Walau, belum diketahui pasti siapa saja yang akan bertahan, tergusur dan wajah baru yang akan mendampingi Jokowi lima tahun ke depan. 

Tapi, beberapa menteri telah menyampaikan pesan-pesan 'terselubung' pada siapapun yang akan menjadi pembantu Jokowi.

Tak terkecuali Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy.

Sosok mantan rektor UMM ini juga menyampaikan pesan tersiratnya terkait tugasnya selama ini.

"Siapapun yang nanti menjabat sebagai mendikbud, saya pesan untuk fokus pada penguatan sumber daya manusia (SDM) guru. Karena SDM guru jadi penentu keberhasilan pendidikan," ucap Muhadjir beberapa waktu lalu.

Pesan tersebut hampir mirip dengan yang pernah juga disampaikan mantan Mendikbud Anies Baswedan yang kini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, di tahun 2016 lalu.

Dimana, Anies juga sempat menitipkan pesan-pesannya terkait kebijakan pendidikan yang telah berjalan di eranya. 

Baik terkait program Indonesia pintar, sekolah garis depan dan guru garis depan sampai pada pembangunan karakter di lembaga pendidikan.

"Saya berharap program-program yang telah berjalan bisa dilanjutkan," ujar Anies pada waktu itu.

Kini, Muhadjir pun menyampaikan pesan di tengah penantian masyarakat menunggu siapakah nama-nama menteri di jilid II pemerintah Jokowi-Ma'ruf. 

Sang Mendikbud ini selain menitipkan penguatan SDM guru juga berbagai kebijakan yang telah berjalan di tahun ini bisa diteruskan.

Misalnya terkait, sistem zonasi untuk pendidikan dasar hingga tingkat menengah, guru honorer, maupun kebijakan lainnya. 

Walaupun beberapa kebijakan itu menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat.

"Bahwa kebijakan itu tidak mungkin bisa memuaskan seluruh kalangan masyarakat Indonesia. Manfaatnya tidak bisa dirasakan langsung sekarang. Tapi ini demi kebaikan pendidikan Indonesia di masa yang akan datang," ujarnya.

Muhadjir melanjutkan, berbagai program itu yang dimintanya untuk tetap dilanjutkan serta dijadikan dasar untuk ditindaklanjuti ke depannya. 

"Siapapun nanti menterinya. Saya ingin Mendikbud selanjutnya bisa menjalankan tugas dengan lebih mudah. Sudah tidak ribet-ribet dan tinggal melanjutkan," imbuhnya.

Walau belum diketahui apakah Muhadjir akan tetap di kabinet Jokowi atau ada yang menggantinya nanti, pesan terkait penguatan SDM guru memang menjadi relevan dalam mewujudkan pendidikan berkualitas dan bisa berdaya saing. 

Tak terkecuali di Kabupaten Malang, penguatan SDM guru memang menjadi prioritas kerja pemerintah kabupaten (pemkab) Malang. 

Hal ini terlihat dengan berbagai kegiatan dalam rangka meningkatkan kompetensi para guru yang ada.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang M Hidayat atau akrab disapa Dayat, kerap menyatakan, bahwa komitmen untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas, baik dan berprestasi di wilayahnya tidak bisa lepas dari guru yang juga sama.

"Dengan guru yang berkualitas dan memiliki komitmen tinggi, maka pendidikan yang baik dan maju bisa dicapai," ujar Dayat.

Untuk meningkatkan SDM guru inilah, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, terus mengintensifkan berbagai kegiatan yang diarahkan pada peningkatan kualitas para pendidik diberbagai jenjang yang ada. 

Bahkan, di tahun 2020 datang, Dayat juga menyampaikan untuk terus memperkuat guru yang handal, Pemkab Malang akan memberikan beasiswa pendidikan kepada para guru.

"Ada program beasiswa guru di tahun depan. Dimana nantinya yang SMA, misalnya jadi S1. Yang S1 bisa sekolah ke S2. Ini adalah komitmen kita untuk meningkatkan SDM guru," ucap Dayat.