Proses pemilihan Ketua Komisi A, DPRD Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Proses pemilihan Ketua Komisi A, DPRD Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)



Nur Fadilah, Politisi Gerindra yang terpilih dengan suara terbanyak sebagai Ketua Komisi A DPRD Lumajang beberapa hari lalu, akhirnya menyatakan mundur dari posisi tersebut.

Jabatan Ketua Komisi A ini belum genap dua pekan dijabat oleh Nur Fadilah, kemudian muncul kabar bahwa Nur Fadilah mundur dari jabatan tersebut.

"Benar saya mundur, karena saya mengikuti arahan dari partai. Partai mengarahkan agar saya tidak menjadi Ketua Komisi A, jadi saya ya mundur," kata Nur Fadilah yang kami hubungi via ponselnya.

Nur Fadilah tidak memberikan keterangan lain terkait keputusan mundurnya sebagai Ketua Komisi A DPRD Lumajang. Sementara Ketua DPRD Lumajang H. Anang Achmad Syaifuddin ketika dihubungi media ini belum memberikan konfirmasi terkait masalah tersebut.

Sebagiaman diberitakan media ini sebelumnya, Ketua Komisi A memang menjadi jatah dari Partai Gerindra sebagai hasil komitmen politik antar pimpinan partai di Lumajang.

Gatot Sarworubedo dari Partai Gerindra yang digadang-gadang akan menjadi Ketua Komisi A, kalah voting di komisi tersebut, karena mayoritas anggota Komisi A yang berjumlah 13 orang memilih Nur Fadilah sebagai Ketua Komisi A.

Posisi Ketua Komisi di DPRD Lumajang sesuai dengan ketentuan harus dipilih oleh anggota secara demokratis. Tiga komisi lainnya di DPRD Lumajang, yakni Komisi B, C dan D dipilih secara aklamasi sesuai dengan kesepakatan pimpinan parpol, kecuali Ketua Komisi A yang harus dipilih melalui voting tertutup.

Terpilihnya Nur Fadilah sebagai Ketua Komisi A juga sempat menghentikan Rapat Paripurna DPRD untuk penetapan empat ketua komisi di DPRD Lumajang, karena adanya interupsi dari Gatot Sarworubedo yang gagal menjadi Ketua Komisi A.

Namun DPRD Lumajang tetap menetapkan Nur Fadilah sebagai Ketua Komisi A dalam sidang paripurna tersebut, sampai akhirnyya terdengar kabar bahwa Nur Fadilah mundur dari jabatan tersebut.


End of content

No more pages to load