Sejumlah awak media yang mengabadikan serunya berada di Agro Wisata Wonosari (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Sejumlah awak media yang mengabadikan serunya berada di Agro Wisata Wonosari (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)



Mengambil tempat di Kebun Teh Wonosari Malang, PTPN 12 selama dua hari mengadakan Gathering terbatas dengan sejumlah awak media di Jawa Timur, sejak Kamis (7/11) kemarin dan berakahir pada hari ini. 

"Kami ingin teman-teman wartawan ini mengenal lebih dekat keberadaan PTPN 12, karena banyak sekali bidang usaha di PTPN 12, mulai dari kebun teh, ada peternakan, rumah sakit termasuk tambang batu di Pasuruan," kata Direktur Operasional PTPN 12 Drs. Anis Febriantomo. Sementara disisi lain PTPN 12 juga mengembangkan sejumlah Wisata Agro seperti di Wonosari Malang, Kumitir Banyuwangi, Gucialit Lumajang dan sejumlah tempat lainnya di Jawa Timur. 

Selama berlangsungnya Gathering perserta yang terdiri dari belasan orang dari sejumlah media di Jatim diajak untuk menyaksikan sejumlah potensi kebuh teh, khususnya di Perbunan Teh Wonosari Malang. Dalam kunjungan ke proses produksi teh, sejak petik hingga menjadi butiran teh yang siap dikonsumsi, sejumlah awak media juga diberikan kesempatan untuk mencicipi teh asli langsung dari pusat produksi. 

"Untuk musik kemarau seperti sekarang ini jumlah pucuk teh yang dihasilkan hanya sekitar 10 persen saja dari biasanya. Tapi pada musim penghujan nanti, produksi teh basah kita akan kembali normal seperti semula," kata petugas di pabrik pengolahan teh. 

Dari kunjungan di pabrik teh ini diketahui bahwa ternyata untuk menjadi teh yang siap disedu menjadi minuman bukan pekerjaan yang mudah dan singkat. Perlu proses panjang dan ketelitian ekstra. 

Dimulai dari proses pelayuan daun teh, kemudian proses seleksi dari berbagai barang yang menempel pada pucuk daun teh. "Ini kita lakukan agar dauh teh yang kita proses benar-benar bersih dari kontaminasi apapun sebelum tahapan produksi dilakukan," kata petugas di bagian produksi.

Dalam kesempatan ini, awak media ini juga diberi kesempatan untuk mencicipi produk teh yang harga jualnya sangat tinggi yang ketika disedu tidak berubah menjadi warna kecoklatan seperti teh pada umumnya. "Jenis ini yang sangat terbatas produksinya, dan biasanya kita jual dengan harga diatas Rp 1 juta per kilogram," jelas petugas disana. Akhir dari Gathering ini seluruh peserta diajak menuju ketinggian kebun teh Wonosari dan melihat matahari terbit dari areal perkebunan. 

Pihak PTPN 12 menyediakan beberapa kendaraan off road untuk bisa mencapai kebuh teh, yang jalannya penuh tantangan. Usai acara di kebun teh, seluruh peserta juga diberi kesempatan untuk menikmati sejumlah wahana di areal Agro Wisata Wonosari seperti berkuda, ATV dan sejumlah wahana lainya. 

Tentu saja juga diberi kesempatan menginap semalam di Rollas Hotel dengan sensasi kesejukan alami ala kebun teh Wonosari Malang. Dari Lumajang, wartawan Lumajangtimes, menjadi satu-satunya media yang ikut hadir dalam acara dolan bareng awak media ini.


End of content

No more pages to load