Jusuf Kalla-Sri Mulyani saat bersalaman dengan sikut yang dinamakan 'Salam Corona'. (Foto: Twitter @husainabdullah1)
Jusuf Kalla-Sri Mulyani saat bersalaman dengan sikut yang dinamakan 'Salam Corona'. (Foto: Twitter @husainabdullah1)

Nampaknya para pejabat tinggi negara mempunyai cara-cara lain untuk antisipasi sejak dini persebaran virus Corona atau Covid-19.

Selain mencuci tangan dengan sabun serta menggunakan hand sanitizer, pemerintah dalam hal ini Sri Mulyani memperkenalkan 'Salam Corona'.

'Salam Corona' tersebut dipertontonkan ke publik saat Sri Mulyani bertemu dengan Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden RI untuk menemui KH. Ma'ruf Amin, pada hari Kamis (12/3/2020). 

Hal ini diketahui publik, setelah Juru Bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah mengunggah foto di akun twitter pribadinya yang menampilkan Jusuf Kalla dengan Sri Mulyani bersalaman menggunakan sikut yang dinamakan 'Salam Corona'.

Wakil Presiden RI, KH. Ma'ruf Amin juga menanggapi terkait 'Salam Corona' yang merupakan salah satu antisipasi sejak dini mengenai persebaran virus Corona atau Covid-19.

"Sekarang ini yang repot Kiai ini, kalau salaman mesti cium tangan kan. Padahal katanya sekarang malah ada salamannya begini (mengatupkan kedua telapak tangan), ada yang pakai sikut, ada yang pakai kaki salamannya," ujar KH. Ma'ruf Amin dikutip dari detikcom, saat berada di kantor wapres, Jakarta Pusat.

Kedatangan Sri Mulyani sebagai Ketua Umum bersama Jusuf Kalla yang merupakan Ketua Dewan Pertimbangan Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) untuk melaporkan sejumlah program kepada Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat IAEI. 

"Kami memberikan laporan kepada Bapak Wapres sebagai pembina IAEI. Pengurus sudah melalukan pertemuan selama tiga kali untuk membahas program-program termasuk di masing-masing bidang. Mereka melakukan pertemuan sendiri-sendiri," jelas Sri Mulyani saat memberikan laporan program kepada KH. Ma'ruf Amin.

Sri Mulyani melaporkan program-program terdekat yang akan dilaksanakan oleh IAEI, salah satunya pertemuan para Rektor yang akan fokus membahas mengenai ekonomi Islam.

"Seperti yang sekarang ini akan kita lakukan walaupun dengan ada merebaknya Coronavirus, kita juga akan terus melakukan review, yang akan kami lalukan setelah ini adalah forum rektor harusnya bulan Maret ini untuk perguruan tinggi yang kita memiliki cabang sangat banyak," tambahnya.