Sesi konferensi pers yang digelar Pemprov Jatim
Sesi konferensi pers yang digelar Pemprov Jatim

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengumumkan zona merah daerah penyebaran Covid-19. Dimana ada dua daerah yang sudah disebut zona merah.

Yaitu, Kota Surabaya dan Malang Raya. Di Surabaya diketahui ada tujuh orang positif Covid-19. Sementara di Malang Raya ada dua orang positif Covid-19. Dan sementara ini Surabaya terbanyak dibanding daerah Jawa Timur lainnya.

Sehingga total orang yang dinyatakan positif Covid-19 di Jatim total mencapai sembilan orang, satu diantaranya asal Malang meninggal dunia.

Sementara itu hingga Jum'at (20/3) terdapat peningkatan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) menjadi 36 orang di Jatim. Dan orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 91 orang.

Dalam sesi konferensi pers pagi hari Khofifah menyampaikan jika zona merah ini ditetapkan tidak mendadak. Karena di lokasi memang terdapat pasien positif Covid-19. "Sama juga dengan istilah yang digunakan lembaga Bahtsul Masail NU yang menyebutnya dengan zona merah," kata Khofifah.

Akibat adanya penyebaran Covid-19 ini sangat berdampak. Shalat Jum'at berjamaah yang biasa dilaksanakan diimbau oleh Khofifah untuk diganti sementara. Dengan shalat dhuhur masing-masing di rumah.

Adapun masjid yang tetap melaksanakan ibadah shalat Jum'at diperbolehkan dengan syarat yang cukup ketat. Di antaranya sudah disterilkan terlebih dahulu, menyediakan hand sanitizer dan apabila ada yang memiliki gejala batuk tak diperkenankan masuk serta sebelum masuk masjid lebih dahulu diukur suhu tubuhnya.

"Pemprov Jatim menghormati himbauan MUI Jatim yang ditertibkan setelah dilaksanakannya pertemuan perwakilan organisasi keagamaan Islam pada Kamis. Yang menekankan pentingnya pencegahan risiko penularan virus Covid-19," lanjut Khofifah.


Sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sudah berusaha untuk mencegah dan mengantisipasi penyebaran virus Covid-19. 


Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tetap meminta kepada seluruh warga Kota Surabaya untuk tidak panik. Bahkan, ia menganjurkan untuk tetap tersenyum di tengah wabah virus yang semakin menyebar ini. Menurutnya, dengan selalu tersenyum dan gembira, manusia lebih kebal dengan virus karena meningkatnya daya tahan tubuh.



“Saya minta warga Surabaya tidak panik menghadapi semua ini, harus tetap tersenyum. Kita sedang dicoba, tapi kita harus hadapi cobaan ini dengan senyuman. Karena kalau gembira, kita akan mengeluarkan hormon (serotonin). Jadi ayo kita gembira, kita hadapi semua ini, bahwa semua ini perjalanan yang ditentukan oleh Tuhan, dan tugas manusia terus berusaha semaksimalkan mungkin,” kata Wali Kota Risma, Kamis (19/3/2020).



Hormon Serotonin adalah salah satu hormon yang menjadi pemicu bahagia, yang dapat memberikan perasaan nyaman dan senang. Kadar serotonin rendah dapat menyebabkan gagal fokus, sulit mengerjakan sesuatu dan kelelahan kronis.



Oleh karena itu, Wali Kota Risma juga mengingatkan warga Surabaya untuk istirahat yang cukup dan olahraga teratur sebagai upaya untuk menjaga kesehatan. Hal ini penting untuk menjaga daya tahan tubuh supaya tidak terkena virus Covid-19. “Kemudian olahraga yang teratur, istirahat yang cukup, jangan terlalu capek,” tambahnya.