Trisno, Ketua Komisi C DPRD Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Trisno, Ketua Komisi C DPRD Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

Ketua Komisi C DPRD Lumajang mendukung penuh langkah Pemkab Lumajang yang terus melakukan penertiban usaha simpan pinjam yang berkedok koperasi. Karena selama ini usaha simpan pinjam itu lebih banyak dimodali oleh perorangan, namun kedok yang digunakan adalah koperasi.

"Sebenarnya ini adalah masalah lama di Lumajang. Mungkin juga di daerah lain. Momentum ini harus digunakan oleh Dinas Koperasi di Lumajang untuk menutup koperasi abal-abal itu, karena sebenarnya mereka ini hanya memanfaatkan kesulitan masyarakat untuk mendapatkan keuntungan besar secara pribadi," kata Trisno. Ketua Komisi C DPRD Lumajang.

Trisno berharap, penertiban yang dilakukan oleh Dinas Koperasi ini hendaknya berjalan terus dan tidak hanya pada saat terjadinya wabah Covid 19 ini saja. Kesempatan ini harus dimanfaatkan oleh desa-desa di Lumajang untuk mendirikan koperasi, yang usahanya benar-benar sesuai dengan prinsip koperasi.

"Saya kira akan menjadi kesempatan bagi desa dan kelompok masyarakat lainnya untuk mendirikan koperasi secara benar. Yang penting Dinas Koperasi sungguh-sungguh dalam memberantas koperasi abal-abal itu, maka koperasi yang ada di desa akan tumbuh menjadi usaha yang sehat, dan berkembang," kata Trisno kemudian.

Trisno khawatir gebrakan terhadap koperasi simpan pinjam yang selama ini ada, hanya berlangsung sesaat, sehingga tidak memberikan kesempatan untuk berkembangnya usaha koperasi yang benar di masyarakat.

"Ini saatnya petani bersatu mendirikan koperasi. Para pedagang pasar bersatu mendirikan koperasi. Disamping usaha menguntungkan anggotanya, pada akhir tahun setiap anggota juga berkesempatan untuk mendapatkan keuntungan bersama dari koperasi itu ," kata Trisno berharap.

Trisno berharap pemberantasan usaha berkedok koperasi ini benar-benar dilanjutkan, agar usaha rentenir berkedok koperasi ini benar-benar sirna dari seluruh kawasan di Lumajang.