Taylor Swift ( Foto: BBC.com)
Taylor Swift ( Foto: BBC.com)

Penyanyi Taylor Swift rupanya benar-benar dibuat geram oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Kegeraman itu dipicu kasus kematian George Floyd.  

Kekesalan terhadap Trump itu pun disampaikan Taylor Swift melalui Twitter-nya.  Semuanya berawal dari cuitan Donald Trump yang menjadi kontroversi karena berisi ancaman menembak penjarah dalam demontrasi memprotes kematian George Floyd.  

Diketahui, George Floyd meninggal setelah lehernya ditekan oleh polisi di Minnesota, Negara Bagian Minneapolis. Floyd ditangkap karena diduga memakai uang palsu saat berbelanja. Namun, perlakuan polisi dianggap melebihi batas sehingga menyebabkan Floyd tewas.

Hingga akhirnya, kasus ini memicu gelombang demonstrasi di AS yang berujung penjarahan. Bahkan, demontrasi meluas hampir di seluruh Amerika Serikat.

Lalu, merespons aksi penjarahan, Trump mengancam akan menembak para penjarah. Namun, cuitan Trump itu diketahui telah disembunyikan pihak Twitter dan diberi label 'mengagungkan (glorifikasi) kekerasan'. 

Mengetahui hal itu, lantas Tylor Swift mengecam cuitan Trump tersebut.  Ia menyinggung kebijakan-kebijakan Trump yang selama ini dianggap seperti membiarkan rasisme.  

"Setelah menyulut api supremasi kulit putih dan rasisme selama pemerintahan Anda, Anda punya keberanian untuk berpura-pura punya superioritas moral sebelum mengancam dengan kekerasan," tulis Taylor Swift. 

Bahkan, pelantun Blank Space ini mengutip cuitan Trump.  Baginya, pandangan itu tak bisa dibenarkan.  

Taylor Swift berpendapat Trump tidak boleh melaju ke periode kedua pemerintahan sebagai presiden AS.  Dia berharap Trump kelak tidak terpilih lagi dalam Pemilu November 2020 mendatang. 

 "Kami tak akan memilihmu bulan November nanti," ungkapnya. Hingga kini, cuitan Taylor Swift di-retwit lebih dari 400 ribu kali.